Senin, 09 Maret 2015

Sebuah Kursi Teladan

Lukas 14:8 - 11

"Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah.
 
Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

Sebuah Teladan :

Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat memahami Amsal Salomo.
Mereka mengetahui ayat, "Jangan berlagak di hadapan raja, atau berdiri di tempat para pembesar. Karena lebih baik orang berkata kepadamu: "Naiklah ke mari," daripada engkau direndahkan di hadapan orang mulia" (Amsal 25:6, 7)
Yesus menyinggung ayat ini dengan lancar ketika Dia menggambarkan sebuah ruangan yang dipenuhi dengan para tamu pesta pernikahan yang duduk di sekeliling meja. Seorang tamu kehormatan datang ketika semua tempat duduk yang terpilih sudah ditempati. Tuan rumah tidak memperbolehkan tamunya yang terhormat duduk di tempat yang terendah, karena hal itu merupakan pelanggaran etika yang tidak dapat dimaafkan. Dalam kasus semacam ini, tuan rumah hanya mempunyai satu pilihan: meminta orang yang menempati tempat duduk kehormatan yang bukan diperuntukkan baginya untuk pindah ke tempat yang paling rendah, dan kemudian mengundang tamu terhormat itu untuk menempati tempat duduk kehormatan. Tamu yang sudah dipermalukan itu akan belajar suatu pengajaran yang tidak mudah dilupakan.

Apakah tidak lebih bijaksana ketika datang mengambil tempat duduk yang terendah di meja tersebut? Jika tuan rumah mendapati bahwa tempat duduk yang engkau tempati merupakan tempat duduk yang paling rendah, engkau akan mendengar dia berkata, "Sahabat, silakan duduk di depan." Akibatnya, engkau akan dihormati oleh semua tamu yang hadir. Mulailah dari bawah maka akan berakhir di atas. 
Perkataan Yesus yang sangat terkenal pada zaman itu, "Barangsiapa yang meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, akan ditinggikan." Seorang yang sezaman dengan Yesus yaitu Rabi Hillel, mengucapkan pepatah Yahudi yang serupa, "Kerendahan diri saya merupakan kemuliaan saya, kemuliaan saya merupakan kerendahan diri saya".

Yesus tidak sekadar mengajar orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat beberapa tata cara makan yang diperlukan; Dia tidak membagikan kebijaksanaan duniawi. Tetapi Dia mengajarkan sebuah pengajaran tentang kerendahan hati dan kasih kepada para tamu yang berada di sekeliling meja dan juga kepada tuan rumah yang mengundang mereka. Yesus memberitahu tuan rumah bahwa dia seharusnya tidak mengundang para tamu atas dasar timbal balik:
 
"Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu?" (Matius 5:46). 

Jika tuan rumah mengundang keluarganya, teman-temannya, dan kenalannya untuk makan dengan pemahaman bahwa mereka nanti akan mengundangnya, dia dapat menghitung balasannya. Tetapi jika dia mengundang orang yang secara ekonomi dan sosial tidak dapat mengembalikan undangan itu, balasannya akan di bayar oleh Allah sendiri pada hari kebangkitan.

Siapakah yang akan mengadakan sebuah pesta dan mengundang golongan masyarakat yang paling rendah: orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta? Orang-orang yang miskin secara finansial bergantung kepada orang kaya, dan mereka yang cacat, lumpuh, atau buta sering kali memerlukan bantuan dari orang yang sehat secara fisik. Orang-orang ini tidak memiliki harta dan kekuatan untuk membalas kembali kebaikan-kebaikan yang sudah dilakukan.

Menyampaikan undangan kepada orang yang tidak berhak menikmati apa yang dinikmati oleh orang kaya, patut menerima pujian sebagai orang yang berbahagia. Tentu saja, Yesus tidak menunjukkan secara langsung bahwa seorang tuan rumah seharusnya tidak boleh mengundang orang lain selain para gelandangan. Dia mengajarkan bahwa perbuatan kita seharusnya dilakukan tanpa memikirkan timbal baliknya. Perbuatan-perbuatan tersebut seharusnya dilakukan dalam semangat kasih yang tidak mementingkan diri sendiri dan kerendahan hati. Perbuatan-perbuatan yang demikian mendapatkan persetujuan ilahi, karena " ... segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku" (Matius 25:40). 

Pengajaran yang bersifat universal ini tidak terbatas pada undangan pesta, tetapi juga meliputi semua perbuatan yang tidak dapat dikembalikan oleh si penerima.

Minggu, 08 Maret 2015

Ketulusan dan kejujuran

Mazmur 25:20 - 21
Jagalah kiranya jiwaku dan lepaskanlah aku; janganlah aku mendapat malu, sebab aku berlindung pada-Mu.

Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau. 

Ketulusan dan kejujuran sangat bertolak belakang dengan harapan Allah bagi kita selaku anak-anak Tuhan, sebab yang terjadi didunia dewasa ini, adalah bukannya kejujuran melainkan kecurangan. Ketahuilah bahwa: “Kekurangan itu biasa, tetapi kecurangan itu sangat luar biasa”. Untuk itu, di bawah ini akan mambahas mengenai melayani dengan ketulusan dan kejujuran dihadapan Allah dan sesama, melalui:

1. Kita harus bersikap tulus dan jujur terhadap Tuhan.
  - Tulus dan jujur serta penuh pengabdian dalam malayani Dia (I Petrus 5:2).
  - Tulus dan jujur dalam mengelola setiap ibadah (Kisah 2:46).

2. Kita harus tulus, jujur serta berkomitmen terhadap sesama.
  - Dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah (2 Korintus 1:12).
  - Punya kasih persaudaraan yang tulus ikhlas (I Petrus 1:22).

3. Berkat atas ketulusan dan kejujuran dalam kita melayani.
  - Mendapat pertolongan dari Allah (Amsal 2:7).
  - Segala jalan yang ditempuh aman (Amsal 10:9).
  - Tidak mendapatkan pengkhianatan (Amsal 11:3).

Kesimpulan:
Ketulusan dan kejujuran adalah nilai terutama dan dambaan Allah untuk dinyatakan senantiasa dalam kehidupan kekeristenan kita. Sebab itu, kita selaku anak-anak Tuhan apalagi sebagai hamba-hamba-Nya, janganlah kecurangan atau kejahatan menguasai hati dan pikiran kita supaya kita dapat menghasilkan yang baik dan yang dikehendaki Allah saat ini dan seterusnya.

Sabtu, 07 Maret 2015

Apabila Bertemu Perkataan-Mu

Yeremia 15:15 - 19
Engkau mengetahuinya; ya TUHAN, ingatlah aku dan perhatikanlah aku, lakukanlah pembalasan untukku terhadap orang-orang yang mengejar aku. Janganlah membiarkan aku diambil, karena panjang sabar-Mu, ketahuilah bagaimana aku menanggung celaan oleh karena Engkau!
Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.
Tidak pernah aku duduk beria-ria dalam pertemuan orang-orang yang bersenda gurau; karena tekanan tangan-Mu aku duduk sendirian, sebab Engkau telah memenuhi aku dengan geram.
Mengapakah penderitaanku tidak berkesudahan, dan lukaku sangat payah, sukar disembuhkan? Sungguh, Engkau seperti sungai yang curang bagiku, air yang tidak dapat dipercayai.
Karena itu beginilah jawab TUHAN: "Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan engkau menjadi pelayan di hadapan-Ku, dan jika engkau mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina, maka engkau akan menjadi penyambung lidah bagi-Ku. Biarpun mereka akan kembali kepadamu, namun engkau tidak perlu kembali kepada mereka.

Jumat, 06 Maret 2015

Berserulah kepada-Ku

Lukas 6:46 - 49
"Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? 

Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya -- Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan --, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: 

Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."

Kamis, 05 Maret 2015

Adalah Milik Kristus

1 Korintus 3:20 - 23
Dan di tempat lain: "Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka."
Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu: baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya.
Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.

Kamu adalah milikNya karena Bapa memberikan Anak-Nya kepadamu.
Kamu adalah milikNya karena Anda telah dibeli dengan darah-Nya.
Kamu adalah milikNya karena Dia telah membayar harga untuk penebusanmu.
Kamu adalah milikNya karena hubungan Anda dengan-Nya.
Kamu adalah milikNya karena Anda telah menyerahkan diri kita kepada-Nya.

Kamu adalah milik-Nya karena Anda telah diperanakkan kembali oleh-Nya.
Kamu adalah milikNya karena Anda telah dijadikan ahli waris-Nya.
Ketika Anda digoda untuk berdosa, jawabanNya adalah, “Aku tidak bisa melakukan kejahatan besar ini, karena aku adalah milik Kristus.
Ketika Anda diperhadapkan dengan kesukaran dan dihadang bahaya, berdirilah dengan teguh dan ingatlah Anda adalah milik Kristus.

Rabu, 04 Maret 2015

Bertanding Hingga Akhir

Yosua 1:7 - 9
Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi.
 
Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.
 
Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi."

BERTINDAKLAH HATI-HATI SESUAI DENGAN SELURUH HUKUM

Nas : Yos 1:7
(versi Inggris NIV -- Bertindaklah hati-hati dalam menaati seluruh hukum). Supaya memiliki tanah perjanjian, Yosua dan bangsa Israel harus membuat komitmen untuk menaati Firman Allah yang tertulis
Firman Allah yang tertulis di dalam "kitab Taurat" (ayat Yos 1:8) harus menjadi kekuasaan tertinggi bertentangan dengan semua gagasan, tradisi atau agama manusia; prinsip ini berlaku bagi orang percaya di bawah baik perjanjian lama maupun perjanjian baru.

KITAB TAURAT.

Nas : Yos 1:8
Frasa ini mengacu kepada kelima kitab pertama dalam Alkitab yang mencatat firman, perintah, dan penyataan Allah kepada Musa (bd. Ul 31:9-12,24-26). Yosua harus setia kepada firman Allah dengan membicarakannya (bd. Ul 6:7), merenungkannya (bd. Mazm 1:2; 119:97), dan menaatinya sepenuh (bd. Ezr 7:10; Yak 1:22-25)

RENUNGKANLAH ITU SIANG DAN MALAM.

Nas : Yos 1:8
"Merenungkan" (Ibr. _hagah_) berarti membaca dalam hati atau bicara kepada diri sendiri sementara berpikir. Hal ini meliputi memikirkan firman dan jalan Allah dan menerapkannya kepada seluruh kehidupanmu (Mazm 1:2; Mazm 63:7; 77:13; 143:5)

BERHASIL DAN ... BERUNTUNG.

Nas : Yos 1:8
Orang yang mengetahui dan menaati firman Allah dan hukum-Nya akan berhasil dan beruntung karena mereka memiliki hikmat untuk hidup benar dan mencapai tujuan Allah bagi hidup mereka (Mazm 14:2; 119:99; Ams 1:3; Ams 10:5). Syarat-syarat untuk kemakmuran dan keberhasilan ialah:
  • Jadilah kuat, berani, dan tekun (ayat Yos 1:6-7);
  • Menjadikan firman Allah penuntun utama untuk kepercayaan dan kelakuan kita (ayat Yos 1:7);
  • Mempelajari dan merenungkan Firman Allah setiap hari (ayat Yos 1:8); dan
  • Memutuskan untuk mencari kehadiran Allah dengan sungguh-sungguh seumur hidup (ayat Yos 1:5,9). Amanat kepada Yosua ini memberikan kepada kita sekumpulan prinsip umum untuk hidup berhasil; akan tetapi, jangan sekali-kali kita menyimpulkan bahwa Allah wajib menyediakan kemakmuran materiel untuk setiap orang yang memenuhi syarat-syarat tersebut. Prinsip umum semacam ini bukan jaminan mutlak, karena masih takluk kepada pilihan Allah yang lebih tinggi bagi kita masing-masing; kadang-kadang Allah mengizinkan kita mengalami penderitaan dan kemalangan
3 Yoh 1:2, Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.

Selasa, 03 Maret 2015

Yesus Mutiaraku



Persahabatan Dengan Dunia
Yakobus 4:8 - 10
Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!
Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita.
Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.